Cahya Risky Prihatin – 2802514454 – Business Information Technology

Perjalanan luar biasa ini bermula dari sebuah kejutan yang membanggakan ketika tim kami menerima undangan langsung dari PBESI. Kami diminta untuk mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) sebagai perwakilan kampus di ajang turnamen esports Panda Cup. Meskipun berpartisipasi dengan persiapan yang sangat minim, tim kami berhasil menunjukkan performa maksimal dan mengalahkan kampus-kampus pilihan lainnya. Kemenangan tak terduga ini membawa kebanggaan tersendiri karena kami resmi terpilih menjadi perwakilan Indonesia di kancah internasional.

Menyadari besarnya tanggung jawab yang diemban, kami berkomitmen penuh untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Tim kami menjalani sesi latihan intensif setiap hari mulai pukul 13.00 hingga 17.00. Tantangan terbesar dalam fase ini adalah menyeimbangkan waktu antara persiapan turnamen dan kewajiban perkuliahan. Melalui kedisiplinan dan manajemen waktu yang baik, kedua tanggung jawab tersebut dapat berjalan beriringan tanpa ada yang dikorbankan.

Turnamen Panda Cup dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu China Qualifier khusus untuk universitas tuan rumah, dan International Qualifier untuk kampus-kampus di wilayah Asia Tenggara (SEA).

Pada pertandingan pembuka, kami berhadapan dengan National University of Singapore (NUS). Sempat muncul keraguan mengingat beberapa pemain lawan memiliki rekam jejak di skena kompetitif tingkat Tier 2. Namun, dengan semangat pantang menyerah, kami berhasil meraih kemenangan. Keberhasilan ini semakin meningkatkan kepercayaan diri tim saat menghadapi perwakilan dari Malaysia. Kemenangan meyakinkan atas tim Malaysia tersebut akhirnya memastikan langkah kami sebagai salah satu perwakilan internasional yang lolos ke tahap berikutnya.

Di babak penentuan menuju final, kami berhadapan dengan perwakilan kampus dari Tiongkok. Berbekal keyakinan bahwa kompetisi di wilayah SEA adalah salah satu yang terketat, kami tampil sangat percaya diri. Strategi dan eksekusi yang matang membuahkan hasil, dan kami sukses menaklukkan tim tuan rumah sekaligus mengamankan tiket menuju babak Grand Final.

Pada babak Grand Final, kami bertemu kembali dengan perwakilan dari wilayah SEA, yaitu kampus dari Thailand. Kami memulai pertandingan dengan optimisme tinggi untuk meraih gelar juara. Akan tetapi, tim lawan menunjukkan strategi permainan yang sangat rapi dan unggul.

Meski harus mengakui keunggulan perwakilan Thailand dan menyelesaikan turnamen di posisi kedua (Runner-Up), pencapaian ini tetap menjadi sebuah kebanggaan besar. Berawal dari minimnya persiapan di tahap Seleknas hingga berhasil mengharumkan nama bangsa di panggung internasional, pengalaman ini menjadi bukti bahwa dedikasi dan kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil.