Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Terbaik 2026 Binus @Bekasi

Rexsi – 2702283360 – Business Management
Untuk menjadi Mawapres bahkan mengikuti PILMAPRES, sebetulnya tidak pernah ada dalam checklist saya di tahun ini, apalagi membayangkan bagaimana berada di posisi tersebut. Karena, saya merasa bahwa perjalanan saya masih panjang untuk memperoleh title ini dan untuk bersaing dengan jurusan-jurusan lainnya, saya pikir masih ada kandidat lain yang jauh lebih berprestasi, lebih ambisius, dan lebih baik daripada saya khususnya untuk mewakili BINUS Business School. Bagi saya, mawapres dan PILMAPRES adalah kedua hal yang belum mungkin saya capai di tahun ini, tetapi mungkin nanti di masa yang akan datang.
Tanpa terencana maupun terpikirkan oleh saya, kesempatan itu hadir di bulan Februari yang lalu saat Pak Leo sebagai salah satu dosen saya di jurusan Business Management dan Kak Anggi dari SSO yang menghubungi saya secara langsung. Mereka meminta saya untuk mendaftar agar dapat melalui pemilihan kandidat yang nantinya mewakili BINUS Business School. Awalnya saya tidak merasa akan terpilih, karena saya akui bahwa kandidat lainnya juga tidak kalah hebat dari saya dan passionate di prestasi maupun recognition masing-masing. Saya pikir, siapapun yang terpilih nantinya pasti adalah yang terbaik dan dapat dipercaya.
Hingga saya dihubungi kembali oleh Kak Anggi bahwa saya terpilih untuk mewakili fakultas dan jurusan saya. Kemudian, tidak lama setelah itu saya mengikuti Kick Off Mawapres BINUS @Bekasi dan menemui kandidat lain dari masing-masing jurusan, yaitu Amanda dari Psychology, Deyis dari Business Information Technology, Kerry dari Software Engineering, Marco dari Accounting Technology, dan Falisha dari Business Hotel Management. Menurut saya, mereka sangat deserved untuk berada di posisi itu dan terbaik di bidangnya masing-masing, bahkan dalam diam saya juga sangat amazed dengan pencapaian mereka. Bersama dengan mereka, saya menyadari betapa pentingnya posisi mawapres ini, dimana saya sendiri mewakili 200 lebih mahasiswa dari BINUS Business School untuk bersaing menjadi Mawapres Terbaik di BINUS @Bekasi. Rasa tanggung jawab itu membuat saya tidak ingin mengecewakan dosen dan fakultas yang sudah mempercayai posisi ini kepada saya, sama seperti kandidat lain yang melakukan yang terbaik untuk jurusannya.
Saya bisa bilang proses untuk membuat gagasan ide kreatif dan mempersiapkan impromptu speech itu tidak mudah. Terlebih saya harus menyeimbangkan antara kesibukan magang, sejumlah lomba, dan persiapan mawapres ini dalam waktu yang bersamaan. Bagi saya, waktu tersebut adalah waktu-waktu tersulit yang harus saya lalui. Dengan istirahat yang kurang, tekanan dari perusahaan, maupun ekspektasi tinggi yang menyertai saya cukup membuat saya merasa tertekan dan kelelahan. Namun di tengah kesibukan tersebut, saya juga mengikuti pembekalan via Zoom bersama Kak Edward mengenai persiapan Mawapres. Dan menurut saya, hari itu menjadi turning back point bagi saya dengan posisi yang sedang kelelahan dan kurang termotivasi. Hingga sekarang saya masih mengingat kata-kata dari Kak Edward bahwa seluruh proses pemilihan Mawapres ini tidak ada yang sia-sia, dan sebetulnya nothing to lose. Dan, saya pun sadar bahwa dengan saya yang melalui perjalanan sejauh ini, tidak mungkin untuk dibuat gagal melainkan seluruh proses ini sudah menjadi keberhasilan bagi saya untuk berada di titik ini.
Menjelang PILMAPRES, saya mempersiapkan diri untuk presentasi sebelum menuju venue dan saya bertekad bahwa ketika sudah berada di venue, maka saya tidak akan menyentuh materi presentasi maupun materi lainnya karena saya tidak ingin menaruh tekanan pada diri saya sendiri. Saya hanya menanamkan pada diri saya sendiri bahwa saya akan melakukan sebagaimana yang selalu saya berikan dan inilah yang terbaik dari sisi saya, serta saya percaya dengan kualitas diri saya. Dan proses bergulir ketika impromptu speech dan presentasi ide gagasan kreatif akhirnya berlalu, saya menerima masukan-masukan dari para dewan juri dan bahkan sejumlah masukan yang tidak pernah saya terima sebelumnya. Di momen itu, saya juga menerima hasilnya dengan ikhlas dan apapun hasilnya, melihat kerja keras dari kandidat lain juga siapapun layak mendapatkan posisi itu.
Hingga saat yang ditunggu pun tiba, saya dan seluruh kandidat Mawapres lainnya dipanggil ke atas panggung. Kami semua menunggu pembacaan nama kandidat yang akan menjadi Mawapres Terbaik dari BINUS @Bekasi dari MC. Kala itu, saya hanya melihat ke arah penonton yang diantaranya adalah teman-teman yang mendukung saya, yaitu Nadzla, Farah, dan Sita. Untuk sejenak saya berterima kasih kepada mereka yang sudah mendukung saya hari itu dan ketika nantinya diumumkan, situasi pasti akan berbeda dan saya ikhlas menerima itu. Dan, MC mengumumkan nama saya sebagai Mawapres Terbaik, seketika saya tersenyum tidak percaya karena masih belum menerima hasil tersebut. Saya mulai menerima keadaan ketika perlahan orang-orang di sekeliling saya mengucapkan selamat dan saya mengenakan selempang Mawapres Terbaik BINUS @Bekasi yang dinanti-nantikan. Pertama kalinya saya memperoleh recognition se-tinggi ini membuat saya kala itu bersyukur dan saya berterima kasih kepada Tuhan atas kesempatan yang diberikan oleh-Nya. Saya bersyukur bahwa Tuhan benar-benar membawa saya sejauh ini untuk tidak dibuat gagal dan perjalanan yang melelahkan ini membuahkan hasil. Keberhasilan ini membuat saya belajar bahwa terkadang kita tidak sebaik apa yang kita pikirkan, namun mungkin yang terbaik bagi orang lain dan saya perlu untuk yakin dan percaya dengan kualitas diri saya.
Comments :