Sebagai program terbaru B-Preneur, B-ACE 2026 hadir sebagai wadah bagi mahasiswa BINUS University untuk mengembangkan kemampuan dalam menganalisis permasalahan bisnis, menyusun strategi, serta menyampaikan gagasan secara kritis dan terstruktur. Melalui konsep business case dan debate competition, peserta didorong untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam menganalisis studi kasus, merumuskan solusi strategis, serta mempertahankan gagasan melalui argumentasi yang relevan dan berbasis data.
Tema “Navigating the Future: Crafting Bold Strategies for Nusantara’s Digital Sovereignty” menjadi landasan utama dalam pelaksanaan B-ACE 2026. Tema tersebut menyoroti pentingnya kemampuan adaptif dan critical thinking dalam menghadapi perkembangan teknologi yang dinamis, keberanian dalam mengambil keputusan yang inovatif dan berbasis data, serta upaya membangun kemandirian digital melalui pemanfaatan teknologi, pengelolaan data, dan pengembangan ekosistem digital yang kuat, aman, dan berkelanjutan.
Sementara itu, subtema “Empowering Nusantara through Digital Transformation” menjadi pengembangan dari gagasan tersebut dengan menekankan peran transformasi digital dalam menciptakan solusi yang relevan bagi perkembangan Indonesia. Melalui subtema ini, peserta didorong untuk melihat berbagai tantangan digital tidak hanya sebagai permasalahan, tetapi juga sebagai peluang untuk menciptakan strategi dan inovasi yang dapat memberikan dampak.

Konsep B-ACE 2026 mengusung pendekatan “From Insight to Impactful Argument”, di mana setiap peserta tidak hanya dituntut untuk mengembangkan ide, tetapi juga menguji gagasan tersebut melalui proses analisis dan perdebatan strategis. Rangkaian kompetisi dirancang melalui beberapa tahapan, mulai dari Case PPT Selection, Spin Wheel Case, Strategic Clash Debate, hingga Grand Final.
Pada tahap Case PPT Selection, peserta diminta menyusun presentasi yang mengangkat permasalahan strategis terkait perkembangan digital di Indonesia. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti identifikasi masalah, kedalaman analisis, relevansi data, serta kelayakan solusi yang ditawarkan. Tahap ini menjadi langkah awal untuk melihat kemampuan peserta dalam memahami permasalahan dan membangun solusi yang terstruktur.
Tahapan selanjutnya adalah Spin Wheel Case, di mana peserta dihadapkan pada mini case mengenai permasalahan nyata di sektor digital. Dalam waktu yang sangat terbatas, setiap tim ditantang untuk menganalisis permasalahan, menyusun solusi, dan mempresentasikan gagasannya di hadapan juri. Tahap ini menguji kemampuan peserta dalam berpikir cepat, menentukan solusi yang tepat, serta mempertahankan logika argumentasi yang dibangun.
Memasuki Strategic Clash Debate, peserta mulai berhadapan secara langsung dalam format debat. Setiap pasangan tim diberikan posisi Pro dan Kontra untuk membahas isu atau strategi digital yang telah ditentukan. Melalui sesi pembukaan, rebuttal, crossfire, hingga closing, peserta dituntut untuk menunjukkan kemampuan dalam menyampaikan argumen, merespons pendapat lawan, serta mempertahankan gagasan secara sistematis.

Rangkaian kompetisi kemudian mencapai tahap Grand Final, yang mempertemukan tim-tim terbaik dari tahapan sebelumnya. Pada tahap ini, para finalis dihadapkan pada satu studi kasus bisnis dan ditantang untuk menyusun serta mempertahankan solusi melalui format debat. Tahap ini menjadi kesempatan bagi para finalis untuk menunjukkan kemampuan analisis, penguasaan materi, ketepatan solusi, serta kemampuan mempertahankan argumen secara aktif.
Lebih dari sekadar kompetisi, B-ACE 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa BINUS University untuk mengembangkan kemampuan yang relevan dengan dunia profesional. Peserta tidak hanya belajar menyelesaikan permasalahan bisnis, tetapi juga didorong untuk mengembangkan pola pikir yang bold, empowerment, dan agile dalam menghadapi perubahan serta mengambil keputusan.
Pelaksanaan B-ACE 2026 juga menjadi bagian dari upaya B-Preneur dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, adaptif, inovatif, dan mampu berkolaborasi. Melalui pengalaman menghadapi studi kasus dan mempertahankan solusi secara langsung, peserta memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan situasi bisnis yang lebih aplikatif.
Secara keseluruhan, B-ACE 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis dan komunikasi strategis sekaligus memahami berbagai tantangan yang muncul dalam perkembangan dunia digital. Melalui tema “Navigating the Future: Crafting Bold Strategies for Nusantara’s Digital Sovereignty”, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi gagasan, menguji kemampuan berpikir kritis, serta merumuskan strategi yang relevan dengan perkembangan transformasi digital.
Melalui terselenggaranya B-ACE 2026, B-Preneur berharap pengalaman yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia profesional sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu menghasilkan solusi bisnis yang strategis, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. B-ACE diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi mahasiswa BINUS University untuk mengembangkan potensi, memperluas perspektif, serta mengubah insight menjadi impactful argument dalam menghadapi tantangan masa depan.
Ditulis oleh:
Jenny Ratu Naisya
Secretary B-ACE 2026



Comments :