OUTBOUND ACTIVITY – IT Division 2019

“School of MALOGY”

Gambar 1: Pembukaan dan Briefing Tim Outbound

Belakangan sering kita mendengar istilah disrupsi (disruption). Baik dari penyampaian dosen, konten seminar, artikel maupun infografis media sosial. Istilah ini dipopulerkan oleh seorang professor Harvard Business School bernama Clayton Christensen.

Kalau menurut Prof. Michael Porter dari Harvard University, disrupsi tak hanya dilihat dari perspektif bisnis ataupun korporasi. Disrupsi juga bisa dianggap sebagai kelanjutan tradisi berpikir. Bagaimana kita harus berkompetisi untuk bisa menang (for you to win, you’ve got to make somebody lose) ditengah era yang penuh uncertainty, banyak ancaman – banyak pula peluang.

Melihat hal tersebut, IT Division sebagai salah satu unit yang erat dengan penggunaan teknologi dan pengolahan informasi perlu mempersiapkan SDM nya agar tidak terjebak dengan cara kerja yang konservatif melainkan mampu berpikir kreatif dan inovatif. Hal ini yang kemudian dikemas secara sederhana oleh Student Development Center menjadi aktivitas outbound yang berlangsung di Kampus Kijang pada 18 Juli lalu.

Gambar 2: Proses penyelesaian penugasan

Outbound yang berjudul “School of Malogy” ini merupakan gabungan dari kata Information dan Technology. Berangkat dari perkembangan teknologi yang mengubah hampir segala aspek kehidupan, termasuk berkomunikasi, cara bekerja dan melakukan pengolahan data.

Hal ini yang kemudian menuntut IT Division untuk beradaptasi, sadar akan kebutuhan sekitar dan bekerja lebih masif lagi. Tentu hal ini dipersiapkan dengan membentuk cara berpikir SDM nya melalui simulasi-simulasi dan serangkaian penugasan outbound.

Gambar 3: Tim Outbound IT Division 2019

Aktivitas ini dipandu oleh para fasilitator dari staf Student Development Center dan Associate Trainer. Diikuti oleh 42 peserta yang terdiri dari Associate Member, Junior Programer dan Junior System Analyst.

Harapan outbound kali ini adalah membentuk good culture dan good character IT Division yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan saat ini, sehingga mampu meningkatkan bounding & team work, penguatan komunikasi dan koordinasi serta tanggung jawab di setiap peran yang di pegang.