MODB Innovation Talks: “THE CONVERGENCE OF DESIGN” Part 2

MODB Innovation Talks: “THE CONVERGENCE OF DESIGN” Part 2 diselenggarakan pada tanggal 20 Agustus 2026, Pkl. 16.04 – 18.12 di Auditorium @BINUS Northumbria, FX Sudirman. Sesi talkshow bersama Richie Wirjan (Investor, Corporate Venture Builder) membahas The convergence nobody warns you about. Dalam sesi ini, beliau membagikan pengalaman serta pandangannya mengenai dunia bisnis, investasi, dan entrepreneurship. 

Lima prinsip dalam The convergence nobody warn you about, yaitu Who are we really building for?, What are they really afraid of?, Can I make this a little better?, What breaks when this gets bigger?, dan If this fails, who pays the price?, melalui pembahasan tersebut, diharapkan semua yang hadir pada hari ini mendapatkan pandangan dan tips mengenai bagaimana cara melihat kesempatan dan mengembangkan pola pikir mereka bukan hanya sebagai seorang desainer tetapi juga sebagai seorang entrepreneur. 

Sesi Arjuna bersama Ardian Krisna Wijaya (3D, CGI, VFX Artist) Karya tersebut menggabungkan referensi dari animasi 2D dan 3D untuk membuat karya animasi dengan budaya lokal. Beliau juga membahas perkembangan industri animasi di Indonesia dengan mencontohkan karya seperti film animasi Jumbo yang sangat sukses. Menurutnya, walaupun pasar animasi Indonesia terus berkembang, masih ada tantangan berupa kurangnya apresiasi generasi muda terhadap budaya lokal. Dengan menggunakan media animasi yang moderen diharapkan dapat meningkatkan keinginan generasi muda untuk belajar dan mengapresiasi budaya lokal Indonesia.

Sesi Geovolution Creative Educational Toys bersama Nana Apriana (Creative Designer) Karya ini merupakan permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kemampuan creative thinking anak. Konsep permainannya terinspirasi dari permainan balok dan dikembangkan dengan metode creative evolutionary menjadi sebuah alat pembelajaran. Melalui permainan tersebut, anak diharapkan dapat membangun fondasi kemampuan berpikir kreatif sejak kecil. 

Sesi Pecinan Board Game Budaya Peranakan Tionghoa bersama Shanty Rahayu (Graphic Designer) Karya tersebut berangkat dari latar belakang sejarah masyarakat Peranakan yang pernah menghadapi tekanan politik dan berbagai hambatan dalam mempertahankan budayanya. Melalui board game ini diharapkan budaya Peranakan dapat diperkenalkan kepada pemain, meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya tersebut. Dalam proses pengembangannya, Ibu Shanty juga sudah melakukan berbagai riset dengan tokoh-tokoh dalam komunitas Board Game, agar board game ini dapat memikat ketertarikan pemain dan menjadi media pembelajaran yang baik untuk budaya Peranakan. 

Sesi Little Srikandi bersama Diandra P. Pololessy (Storyboard Artist) karya tersebut menggunakan tokoh wayang Srikandi sebagai media untuk memperkenalkan budaya dan karakter lokal kepada generasi muda. Berbeda dari gambaran wayang Srikandi yang dikenal, karya tersebut menampilkan versi Srikandi ketika masih kecil. Prototype Story Board, Design, dan Concept Art, yang dipresentasikan diharapkan dapat terus dikembangkan hingga direalisasikan, dan di-Pitch sebagai sebuah film seri original.

Kemudian acara diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama pembicara yang telah mempresentasikan karya dan inovasinya. Audiens diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai konsep, proses pembuatan, serta penerapan desain dari masing-masing produk. 

Muhammad Ken Alea Saputra