Menginspirasi! Mahasiswa Internasional Gandeng Warga Lokal Bangun Taman Mini untuk Ketahanan Pangan

JAKARTA – Kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan lokal dapat menyatukan berbagai latar belakang budaya. Hal ini dibuktikan melalui sebuah aksi nyata yang digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu. Sekelompok mahasiswa internasional yang tinggal di BINUS Square berkolaborasi dengan warga sekitar untuk membangun sebuah taman mini produktif di lingkungan pemukiman warga.
Menariknya, aksi hijau ini diinisiasi langsung oleh para mahasiswa internasional asal Kamboja, Filipina, dan Somalia. Meski jauh dari negara asal, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk memberikan kontribusi positif bagi komunitas lokal tempat mereka tinggal saat ini.
Mahasiswa Internasional tersebut Adalah:
- Diana Iahhel Alegria Guingab asal Filipina
- Dalen En asal Kamboja
- Dan Abdiqani Jibril asal Somalia
Kolaborasi Lintas Sektor: Mahasiswa, Warga, hingga Babinsa


Dimulai tepat pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, kegiatan ini menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong. Pelaksanaan program ini berjalan dengan sangat lancar berkat kerja sama yang solid dengan pengurus RT, RW, serta didukung penuh oleh Babinsa setempat yang turut hadir mengawal dan membantu jalannya aksi sosial ini di lapangan.
Tidak hanya para inisiator dan warga, kegiatan ini juga diperkuat oleh kehadiran para relawan dari organisasi mahasiswa BSSC (BINUS Square Student Committee). Kehadiran pembina dari Student Support Office (SSO) BINUS Square juga turut memberikan pendampingan langsung, memastikan sinergi antara mahasiswa dan warga berjalan dengan harmonis.
40 Tanaman untuk Bumi yang Lebih Hijau


Fokus utama dari kegiatan ini adalah menanam sekitar 40 jenis tanaman, Program pembuatan kebun bersama ini mengusung dua misi penting:
- Mitigasi Perubahan Iklim (Climate Change): Menambah area resapan air dan ruang hijau di tengah padatnya pemukiman untuk membantu menyaring udara dan menurunkan suhu mikro lingkungan sekitar.
- Sumber Pangan Mandiri: Memilih jenis tanaman produktif yang nantinya dapat dipanen secara mandiri oleh warga setempat guna mendukung ketahanan pangan skala rumah tangga.
Antusiasme dan Semangat Kebersamaan
Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai sepanjang tiga jam kegiatan. Kendala bahasa bukan lagi menjadi penghalang ketika para mahasiswa internasional dan warga bahu-membahu mencangkul tanah, menyusun pot, dan menanam bibit.
Melalui kegiatan ini, diharapkan taman mini yang telah dibangun dapat terus dirawat bersama oleh warga. Lebih dari sekadar menanam pohon, aksi ini telah berhasil menanam benih kepedulian lingkungan yang melintasi batas-batas negara.
Bagaimana pendapatmu tentang aksi kolaborasi hijau dari para mahasiswa internasional ini? Tulis di kolom komentar, ya! Jangan lupa bagikan artikel ini untuk menyebarkan semangat positif.