GEBRAK – Gerakan BINUSIAN Beraksi!

Bumi kita untuk kesekian kalinya harus bersedih dikarenakan munculnya virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2) atau sering dikenal oleh masyarakat adalah Covid-19. Awalnya Coronavirus jenis baru ini ditemukan di Wuhan, Cina pada Desember 2019. Penyebaran virus ini pun massiv hingga ke seluruh berbagai negara di dunia merasakan efek dari virus ini, termasuk Indonesia.

Berkembangnya penyebaran virus tersebut memaksa badan kesehatan dunia yaitu World Health Organization (WHO) menetapkan status Covid-19 sebagai pandemi global dengan memberlakukan Physical Distancing. Penetapan status WHO tersebut, didukung oleh pemerintah Indonesia yang juga menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada masyarakat Indonesia.

 

Akibat dari penyebaran virus Covid-19 membuat seluruh lapisan masyarakat harus terhenti kegiatannya dan para pekerja medis harus rela menghabiskan waktunya di Rumah Sakit untuk berjuang menyembuhkan pasien yang terjangkit virus yang mematikan tersebut. Masyarakat pun berburu masker, hand sanitizer hingga Alat Pelindung Diri (APD) untuk terhindar dari penyebaran virus. Akibat dari perilaku masyarakat tersebut, seluruh petugas medis pun mengalami kekurangan dalam penggunaan APD sehingga tak sedikit para petugas medis menggunakan peralatan seadanya. Bahkan ada petugas medis harus rela menggunakan jas hujan agar dapat bekerja tenang untuk menyembuhkan pasien yang terjangkit virus Covid-19.

Akibat serangkaian situasi global yang menyedihkan karena pandemi virus Covid-19 dan hanya berbekal hati yang tulus, membuat Organisasi Kemahasiswaan BINUS University merespon dengan cepat untuk melakukan penggalangan dana membantu petugas medis yang mengalami kekurangan APD. Sebanyak 64 Organisasi Kemahasiswaan BINUS University bersatu yang dinamakan “Gerakan BINUSIAN Beraksi” (GEBRAK). Agar penggalangan donasi berjalan dengan transparan dan akuntabel, GEBRAK bekerja sama dengan kitabisa.com, hasil dari penggalangan dana tersebut nantinya langsung direalisasi untuk pemenuhan kekurangan APD bagi petugas medis. Untuk memenuhi kebutuhan APD, GEBRAK bekerjasama dengan penjahit-penjahit lokal. Hal itu bertujuan agar ditengah kondisi pandemi yang mengharuskan para penjahit lokal yang bekerja di rumah dapat memiliki pemasukan.

Selain menggalang donasi, GEBRAK juga ingin menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Disatu sisi kegiatan GEBRAK juga membantu para petugas medis sebagai garda terdepan dan pejuang kesehatan dengan mengurangi pasien yang terjangkit Covid-19.

Dalam pelaksanaannya, meskipun ruang gerak mahasiswa terbatas akibat pandemi ini tidak membuat organisasi kemahasiswaan BINUS University menjadi terhenti. Masing-masing organisasi kemahasiswaan sesuai dengan rumpun ilmunya masing-masing melakukan publikasi di sosial media untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat. Misalnya, pada organisasi kemahasiswaan di bidang olahraga membuat video di media sosial dengan memberikan tips-tips pentingnya olahraga untuk menjaga imun tubuh agar terhindar dari virus Covid-19. Selain menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat, langkah GEBRAK tersebut bertujuan sebagai dukungan moral atau media penyemangat bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi situasi pandemi ini.

 

Kegiatan GEBRAK berlangsung sejak tanggal 20 Maret 2020 hingga 5 Juni 2020, dana yang terkumpul adalah sebesar Rp. 27.970.173,- melalui https://kitabisa.com/campaign/organisasikemahasisw. Kegiatan  publikasi yang dilakukan GEBRAK juga mengundang beberapa influencer untuk melakukan edukasi khususnya kepada mahasiswa BINUS University dan kepada masyarakat luas. Misalnya selama GEBRAK berlangsung diadakan LIVE pada Instagram @gebrakbinus mengundang Influencer ternama yaitu Princess Mikhaela Audrey Megonondo, Leonardo Edwin, Edho Zell dan Jane Abigail. Kemudian pada penutupan acara, GEBRAK mengundang Jovial da Lopez & Andovi da Lopez. Harapannya dengan adanya GEBRAK dapat menumbuhkan optimisme kepada seluruh lapisan masyarakat dan mahasiswa bahwa meskipun ditengah kondisi pandemi ini gerak langkah kita tidak dapat dibatasi demi kemanusiaan dan mengabdi kepada Ibu Pertiwi.

Heronimus Ronito, S.H., M.M.