BINUS UNTUK NEGERI 2026: Mengubah Sampah Plastik Menjadi Peluang dan Dampak Berkelanjutan

Berawal dari komitmen untuk memberi kembali kepada masyarakat serta sejalan dengan visi BINUS University dalam Fostering and Empowering the Society, BINUS UNTUK NEGERI (BUN) 2026 kembali hadir sebagai gerakan kolaboratif yang menghubungkan mahasiswa, masyarakat, mitra, dan komunitas dalam menciptakan perubahan yang nyata.

Mengangkat tema “Edu Eco-Furniture Village”, BUN 2026 berfokus pada salah satu tantangan lingkungan yang masih menjadi perhatian di Kota Malang, yaitu pengelolaan sampah plastik. Namun, alih-alih memandangnya sebagai masalah semata, BUN 2026 melihat potensi besar yang dapat dikembangkan menjadi solusi yang berdampak secara sosial, lingkungan, maupun ekonomi.

Bersama wilayah binaan Klampok Kasri, mahasiswa BINUS University @Malang berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengolah limbah plastik menjadi berbagai produk bernilai guna, mulai dari eco-cycle products hingga eco-furniture. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Sebagai simbol kolaborasi dan keberlanjutan, program Edu Eco-Furniture Village juga menghadirkan KARUPA (Karya Aksi Rupa Ulang Plastik), sebuah karya instalasi yang dibuat dari hasil olahan limbah plastik. KARUPA menjadi bentuk apresiasi sekaligus persembahan bagi 45 tahun BINUS University berkarya untuk pendidikan Indonesia dan 10 tahun perjalanan BINUS University @Malang dalam memberikan dampak bagi masyarakat. Lebih dari sekadar karya seni, KARUPA merepresentasikan semangat transformasi—mengubah sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi karya yang bermakna, sebagaimana semangat BINUS dalam menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

Puncak dari gerakan ini akan diselenggarakan pada 13 Juni 2026 melalui sebuah rangkaian acara yang menggabungkan edukasi, kreativitas, hiburan, dan pemberdayaan masyarakat. Bertempat di Koffie Heritage Malang (Kopi Tot Tot) yang berada di kawasan ikonik Kayutangan Heritage, BUN 2026 menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar kegiatan sosial.

Pengunjung akan diajak untuk mengeksplorasi berbagai hasil karya olahan limbah plastik melalui Exhibition Eco-Products, melihat langsung proses kreatif di balik produk yang dihasilkan, serta berinteraksi dengan para pelaku UMKM dan komunitas yang terlibat. Melalui konsep Interactive Eco Market Experience, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari perubahan yang sedang dibangun bersama.

Untuk menciptakan suasana yang hangat dan berkesan, BUN 2026 juga menghadirkan Sound of Malang Heritage, sebuah pengalaman yang memadukan nuansa khas Kota Malang melalui berbagai penampilan dan hiburan. Mulai dari pertunjukan jalanan, penampilan spesial “Malang Suantai Sayang”, hingga live music yang membawa sentuhan nostalgia dan mempererat interaksi antar pengunjung.

Dengan dukungan lokasi yang strategis, kolaborasi berbagai pihak, serta semangat keberlanjutan yang diusung, BINUS UNTUK NEGERI 2026 diharapkan menjadi ruang inspirasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana.

Karena pada akhirnya, BUN 2026 bukan hanya tentang mengolah sampah plastik. BUN 2026 adalah tentang mengubah cara pandang, membangun kolaborasi, dan menciptakan dampak yang dapat terus bertumbuh bagi masyarakat dan lingkungan.