Melampaui Atribut Pakaian: Denim Day 2026 Melawan Victim Blaming dan Membangun Ruang Aman

“Kalau kekerasan seksual terjadi… apakah kita fokus pada kejadiannya, atau justru pada atribut pakaian orangnya?”

Pertanyaan retoris namun tajam ini menjadi pemantik utama dalam pelaksanaan Denim Day 2026 di BINUS @Malang. Lebih dari sekadar kampanye visual atau tren berpakaian, Denim Day hadir sebagai sebuah gerakan kolektif untuk melawan kekerasan seksual dan menghentikan stigma buruk berupa victim blaming (menyalahkan korban) yang sering kali masih langgeng di masyarakat.

Melalui kampanye edukatif dan interaktif ini, mahasiswa diajak untuk melangkah lebih dalam: memahami isu kekerasan seksual secara utuh, menumbuhkan empati yang tulus, dan belajar bagaimana cara saling menjaga satu sama lain di lingkungan kampus. Setiap langkah kecil mulai dari kemauan untuk mendengar, memahami, hingga berani bersuara adalah bagian dari sebuah transformasi besar.

Pergeseran Paradigma: Membuka Mata dan Meruntuhkan Stigma

Dampak nyata dari gerakan Denim Day 2026 ini tercermin langsung dari bergesernya perspektif para mahasiswa yang hadir dalam kegiatan Expo. Banyak dari mereka yang akhirnya menyadari bahwa batasan kekerasan seksual dan victim blaming sering kali bersembunyi di balik hal-hal yang selama ini dianggap “normal” oleh lingkungan sosial.

Kesadaran ini tidak berhenti pada satu individu. Melalui ruang aman yang tercipta selama kampanye, perspektif baru mulai terbangun bahwa setiap orang di dalam lingkungan kampus memiliki tanggung jawab moral yang sama besarnya untuk saling menjaga.

Mahasiswa lain yang turut hadir juga merefleksikan pentingnya peran aktif tersebut. “Kegiatan ini membuka perspektif baru bahwa kita semua punya peran—entah sebagai teman, saksi, atau bahkan sebagai support system. Sekarang aku jadi lebih aware kalau hal kecil seperti cara kita merespon cerita orang itu bisa berdampak besar bagi pemulihan mereka,” tambahnya.

Menjadi Suara bagi Mereka yang Membungkam

Denim Day 2026 mengingatkan kita semua bahwa pilihan untuk peduli adalah sebuah tindakan nyata yang harus diambil setiap hari. Gerakan ini bukan hanya tentang apa yang kita pakai, tetapi tentang bagaimana kita memilih untuk bersikap, meruntuhkan ego, dan berdiri bersama para penyintas.

Karena tidak ada satu pun alasan atau atribut yang dapat membenarkan tindakan kekerasan. Perubahan besar tidak akan datang dari luar, melainkan dimulai dari keberanian diri kita sendiri untuk menolak diam.

BE THE VOICE OF THE VOICELESS!

Mari bersama-sama membangun ekosistem kampus yang aman, humanis, dan saling melindungi.

Jadilah bagian dari komunitas yang peduli dan berdampak nyata hanya di BINUS University: https://gabung.binus.ac.id/beasiswamalang/